just ENJOY it and be HAPPY :)
Minggu, 12 Februari 2012

Proposal Penyehatan Makanan dan Minuman

A.   Judul                    : Pencucian Alat Makan ( mangkok) di Warung Mie Ayam

B.   Pengertian
Pencucian alat makan (mangkok) di Warung Mie Ayam adalah perbaikan angka kuman mangkok sesuai Kepmenkes 1098 (1 m2 tidak lebih dari 100, E.Coli sama dengan 0) melalui pengambilan sampel usap mangkok untuk pemeriksaan angka kuman dan E.Coli per cm2 permukaan awal dan akhir proses pencucian di Warung Mie Ayam, lalu diikuti dengan rekomendasi cara pencucian alat makan mangkok yang tepat.

C.   Tujuan Pencucian Mangkok di Warung Mie Ayam
Memperbaiki kebersihan mangkok di Warung Mie Ayam agar tidak melebihi 100 kuman per cm2 atau 0 . per cm2.
D.   Teknik Pencucian
Teknik pencucian yang benar akan memberikan hasil akhir pencucian yang sehat dan aman. Tahapan-tahapan pencucian yang perlu diikuti agar hasil pencucian sehat dan aman sebagai berikut :
1.    Scraping (membuang sisa kotoran)
Yaitu memisahkan segala kotoran dan sisa-sisa makanan yang terdapat pada peralatan yang akan dicuci, seperti sisa makanan diatas piring, gelas, sendok, dan lain-lain.
Kotoran tersebut dikumpulkan ditempat sampah (kantong plastik) selanjutnya diikat dan dibuang ke tempat sampah kedap air (drum/tong plastik tertutup). Dapat pula dukumpulkan untuk makanan ternak. Penanganan sampah yang rapi dan bagus sangat perlu diperhatikan untuk mencegah pengotoran pada tempat pencucian yang akan berakibat tersumbatnya saluran limbah.
Perhatian : jangan mencuci peralatan yang masih terdapat sisa makanan, karena akan mengotori bak pencuci.

2.    Flushing (merendam dalam air)
Yaitu mengguyur air ke dalam peralatan yang akan dicuci sehingga terendam seluruh permukaan peralatan. Sebelum peralatan yang akan dicuci telah dibersihkan dari sisa makanan dan ditempatkan dalam bak yang tersedia, sehingga perendaman dapat berlangsung sempurna. Perendaman peralatan dapat juga dilakukan tidak dalam bak, tetapi kurang efektif, karena tidak seluruh bagian alat dapat terendam sempurna.
Perendaman dimaksudkan untuk memberi kesempatan peresapan air ke dalam sisa makanan yang menempel, atau mengeras (karena kemungkinan sudah lama) sehingga menjadi mudah untuk dibersihkan atau terlepas dari permukaan alat. Waktu perendaman sangat tergantung dari kondisi peralatan. Makanan yang lama menempel pada peralatan akan kuat menempelnya, sehingga perendaman membutuhkan waktu lama. Penggunaan perendaman dengan air panas (600C) akan lebih cepat daripada air dingin. Minimal waktu perendaman adalah 30 menit sampai 1 jam.

3.    Washing (mencuci dengan detergen)
Yaitu mencuci peralatan dengan cara menggosok dan melarutkan sisa makanan dengan zat pencuci atau detergen. Detergen yang baik yaitu terdiri dari detergen cair atau bubuk, karena detergen sangat mudah larut dalam air, sehingga sedikit kemungkinan membekas pada alat yang dicuci. Pada tahap ini digunakan sabut, tapas atau zat pembuang bau (abu gosok, arang atau air jeruk nipis).
Penggunaan sabun sebaiknya dihindarkan, karena sabun tidak dapat melarutkan lemak, sehingga pembersihan lemak tidak sempurna dan kemungkinan masih tersisa bau. Sabun sukar larut dalam air dan bila menempel di peralatan akan menimbulkan bekas (noda) pada peralatan.
Pada tahap penggosokan perlu diperhatikan bagian-bagian peralatan yang perlu dibersihkan lebih cermat, yaitu :
a. Bagian-bagian peralatan yang terkena makanan (permukaan tempat makanan)
b. Bagian peralatan yang kontak dengan tubuh (bibir gelas) atau ujung sendok
c.   Bagian-bagian yang tidak rata (bergerigi, berukir) atau berpori-pori
Macam-macam zat pencuci yang beredar di pasaran antara lain:
1)    Nama produk                      : Freslight
Perusahaan                        : PT. Bengawan Nusantara
Alamat                               : Bekasi-Indonesia
Daftar merk                        : DEPKES RI PKD 20301700375
Bahan aktif                         : -
Sifat kelarutan       
a)    Warna         : hijau muda
b)    Bau             : jeruk nipis
c)    pH               : 8(cenderung basa)
d)    Kekentalan   : tidak kental / cair
e)    Sifat tidak iritasi
Cara pemakaian     :
a)   Larutkan 1 sendok teh Freslight cair ke dalam mangkok berisi ½ gelas air.
b)    Masukkan spons dalam laruan Freslight tersebut.
c)    Bersihkan semua bekas lemak pada peralatan makan dan masak anda.
d)  Bilas sampai bersih dengan air sehingga peralatan makan dan masak anda menjadi Cling bersih bersinar.
Untuk hasil terbaik, teteskan 2-3 tetes Freslight cair langsung pada spons yang sudah dibasahi dengan air sebelumnya, remas spons perlahan beberapa kali, lalu rasakan daya bersih Freslight yang dapat membersihkan lemak dan bau amis yang membandel sekalipun termasuk pada plastik. Anda dapat membersihkan terus dan terus dengan hanya satu takar Freslight juga efektif untuk membersihkan lemak pada kompor, dinding dan meja dapur, bak cuci piring serta area dapur lainnya. 
Harga / netto                : Rp 1000,00 / 9 ml

2)    Nama produk                      : Sunlight 2 in 1 krim +bubuk pembersih
Perusahaan                        : PT. Milenium Massa Manungal untuk
      PT.Unilever Indonesia Tbk
Alamat                               : Gunung putri – Bogor
Merk daftar                         : DEPKES RI PKD 20301400592264619
Bahan aktif                         : -
Sifat kelarutan
a)     Warna   : kuning
b)     Bau       : ekstrak jeruk nipis
c)      pH        : 8 (cenderung basa)
d)     Wujud   : krim
e)     Sifat tidak iritasi
Cara pemakaian     : -
Harga / netto                       : Rp 3500,00 / 350 gram


3)    Nama produk                       : Menara
Perusahaan                         : CV. Lidah Buaya
Alamat                                : Magelang – Indonesia
Merk daftar                          : DEPKES RI No. PKD 20201500755
Bahan aktif                          : -
Sifat kekeruhan
a)     Warna     : kuning
b)     Bau         : jeruk
c)      pH          : 8 (cenderung basa)
d)     Wujud      : krim
e)     Sifat tidak iritasi
Cara pemakaian     :
a) Untuk pakaian
Rendam pakaian dengan air dan sabun krim Menara.Gosok bagian yang kotor kemudian bilas hingga bersih.
b) Untuk perabotan rumah tangga.
Untuk mencuci piring dan perabotan rumah tangga. Bilas sampai bersih.
Harga / netto                       : Rp 1000,00 /100 gram

4)    Nama produk                       : Wings
Perusahaan                         : PT. Wings Surya Surabaya
Alamat                                : Surabaya – Indonesia
Merk daftar                          : DEPKES RI PKD 20201800633
Bahan aktif                          : Sodium Alkylbenzone Sulfonate
Sifat kekeruhan     
a)  Warna      : biru
b)  Bau          : -
c)  pH            : 8 (cenderung basa)
d)  Wujud       : krim
e)  Sifat tidak iritasi
Cara pemakaian     :
a)    Untuk perabotan rumah tangga
Larutkan Wings Biru dengan air secukupnya lalu usapkan pada perabotan rumah tangga.
b)    Untuk pakaian
Berikan Wings Biru pada area kotor lalu kucek. Untuk hasil maksimal rendamlah pakaian sekitar 15 menit kemudian bilas hingga bersih.

5)    Nama Produk           :Sunlight Turbo
Perusahaan              :PT.Unilever Indonesia Tbk
Alamat           :Jl.Jendral Gatot Subroto Kav.5 Jakarta 12930-Indonesia
Merk Dagang            :RI No.510183
Bahan Aktif           :15 %(Natrium Alkil Benzena Sulfonat, Natrium Lauril Eter Sulfat)
Sifat Kelarutan      
a)    Warna            :hijau
b)    Bau                :ekstrak jeruk nipis
c)    pH                  :cenderung basa
d)    Kekentalan      :kental
e)    Sifat tidak iritan
Cara Pemakaian:
a)   Larutkan 1 sendok teh sunlight ke dalam mangkok berisi ½ gelas air.
b) Masukkan spons dalam larutan sunlight tersebut,lalu remas-remas sampai berbusa.
c) Gunakanlah untuk membersihkan semua bekas lemak pada peralatan makan dan masak anda.
d)    Tuntaskan dengan membilas sampai bersih dengan air.
e) Untuk hasil terbaik,teteskan 2-3 tetes sunlight langsung pada spons yang sudah di basahi dengan air sebelumnya.
f)    Remas spons perlahan beberapa kali sampai berbusa,lalu rasakan daya cuci sunlight.
g)  Untuk mencuci buah dan sayur, tuangkan sunlight secukupnya pada wadah berisi air, cuci buah dan sayur, kemudian bilas dengan air bersih.
Harga/Netto : Rp.2500/250 ml

6)    Nama Produk          : Mamalime
Perusahaan             : PT.Lion Wings
Alamat                    :Jln.Inspeksi Cakung Drain Timur No.1 Jakarta
Timur 13910-Indonesia
Merk dagang           :PKD 20301800514
Bahan Aktif             :
Sifat Kelarutan         :
a)     Warna        :hijau
b)     Bau            :ekstrak jeruk nipis
c)      pH              :cenderung basa
d)     Kekentalan  :kental
e)     Sifat tidak iritan
Cara Pemakaian    :
a)     Tuang ½ sendok teh mamalime ke dalam mangkok berisi 1 gelas air bersih.
b)  Masukkan spons dalam larutan mamalime dan remas-remas hingga berbusa.
c)  Cuci perabotan makan dan dapur lalu bilas dengan air hingga bersih.
d)     Untuk kotoran membandel gunakan mamalime lebih banyak.
e) Untuk mencuci buah dan sayur larutkan ½ sendok makan mamalime ke dalam wadah berisi 1 liter air bersih.
f)   Masukkan dan cuci buah atau sayur di wadah cuci tersebut lalu bilas.
g)    Sayur dan buah siap dikonsumsi dengan aman.
Harga/Netto:Rp.1000/200ml

4.    Rinsing (membilas dengan air bersih)
Yaitu mencuci peralatan yang telah di gosok detergen sampai bersih dengan air bersih. Pada tahap ini penggunaan air harus banyak mengalir dan selalu diganti. Setiap peralatan yang dibersihkan dibilas dengan tangan atau dengan tapas bersih sampai terasa kesat (tidak licin). Bilamana masih terasa licin berarti pada peralatan tersebut masih menempel sisa-sisa lemak atau sisa-sisa detergen dan kemungkinan masih mengandung bau amis (anyir). Bau amis adalah merupakan hasil pemecahan dari asam amino yang berasal dari protein makanan yang terlarut dalam lemak (minyak). Pembilasan sebaiknya dilakukan dengan air bertekanan tinggi sehingga dapat melarutkan sisa kotoran atau sisa bahan pencuci. Tekanan air yang digunakan dianjurkan dengan tekanan 15 psi (pound pesquere inchest) atau tekanan air yang digunakan sama dengan 1,2 kg/cm2. Jika menggunakan tekanan gravitasi air sama dengan menara tower setinggi lebih kurang 10 m. 
5.    Sanitizing/ Desinfeksi (membebaskan hamakan)
Yaitu tindakan sanitasi untuk membebaskan hamakan peralatan setelah proses pencucian. Peralatan yang selesai dicuci perlu dijamin aman dari mikroba dengan cara sanitasi atau dikenal dengan istilah desinfeksi.
Cara desinfeksi yang umum dilakukan ada beberapa macam, yaitu:
a.    Dengan rendaman air panas 1000C selama 2 menit
b.    Dengan larutan chlor aktif (50 ppm)
c.    Dengan udara panas (oven)
d. Dengan sinar ultrafiolet (sinar matahari pagi 09.00-11.00 WIB) atau peralatan elektrik yang menghasilkan sinar ultraviolet
e.  Dengan uap panas (steam) yang biasanya terdapat pada mesin cuci piring (dishwashing machieve)

6.    Toweling (mengeringkan)
Yaitu mengusap kain lap bersih atau mengeringkan dengan menggunakan kain atau handuk (towel) dengan maksud untuk menghilangkan sisa-sisa kotoran yang mungkin masih menempel sebagai akibat proses pencucian seperti noda detergen, noda chlor dan sebagainya. Sebenarnya kalau proses pencucian berlangsung dengan baik, maka noda-noda itu tidak boleh terjadi. Noda bisa terjadi pada mesin-mesin pencuci, yang sistem desinfeksinya sudah  kurang tepat. Prinsip menggunakan lap pada alat yang sudah dicuci bersih sebenarnya tidak boleh dilakukan, karena akan terjadi pencemaran sekunder (recontaminasi). Towling ini dapat dilakukan dengan syarat bahwa towel yang digunakan harus steril dan bersih serta sering diganti. Penggunaan towel yang baik adalah yang sekali pakai (single use).
Towel yang sudah digunakan dicuci dan disterilkan dengan autoclave sehingga benar-benar steril setiap akan digunakan. Dalam pembersihan peralatan yang menggunakan tindakan sanitasi kering (sinar atau oven) maka penggunaan towel sebaiknya tidak digunakan.



E.     Teknik pengambilan usap makan (mangkok)
1.  Alat dan bahan 
a.  Alat
1)     Tabung reaksi
2)     Rak tabung reaksi
3)     Lampu Bunsen
4)     Lidi kapas/ swab steril
5)     Pipet ukur steril
6)     Pipet filler
7)     Cawan petri steril
8)     Incubator
9)     Colony counter
10)  Sarung tangan steril
11)  Spidol
12)  Formulir untuk pemeriksaan laboratorium
13)  Gunting
14)  Termos es/ tas pembawa sampel

b.  Bahan
1)     Larutan buffer phosphate steril
2)     Media PCA (plate count agar)
3)     Kertas cellotape
4)     Alcohol
5)     Kapas
6)     Karet
7)     Label
8)     Kertas alumunium foil
9)     Korek api
10)  Sampel alat makan atau masak



2.  Cara kerja:
a.  Pengambilan sampel
1)    Mempersiapkan sarung tangan yang steril untuk mengambil sampel alat makan atau alat masak.
2)     Mengambil alat makan atau alat masak yang akan diperiksa masing-masing diambil 4-5 buah tiap jenis yang diambil acak dari tempat penyimpanan.
3)    Mempersiapkan catatan formulir pemeriksaan dengan membagi alat makan dan alat masak dalam kelompok-kelompok.
4)     Mempersiapkan lidi kapas steril, kemudian buka tutup tabung reaksi dan masukkan lidi kapas steril didalamnya.
5)     Lidi kapas steril dalam tabung reaksi dalam tabung reaksi ditekan ke dinding untuk membuang airnya baru diangkat dan diusapkan pada setiap alat makan atau alat masak.
6)    Permukaan alat makan atau alat masak yang diusap yaitu mangkok, dengan cara permukaan dalam tempat makanan diletakkan dengan menyilang siku-siku antara garis usapan yang dengan garis usapan kedua.
7)     Setiap bidang permukaan yang diusap dilakukan 3 kali berturut-turut.
8)     Setiap satu alat menggunakan satu swab yang diusapkan dengan cara seperti pada butir 6.
9)   Setelah melakukan usapan, lidi kapas dimasukkan ke dalam tabung reaksi, batang lidi kapas yang terkena tangan dipatahkan/ digantung, bibir tabung reaksi dipanaskan, kemudian ditutup.
10)  Menempelkan kertas label, tulis etiket dengan spidol yang menyatakan nama alat makan atau alat masak dan tempat diambilnya sampel.
11)  Mengirim segera ke laboraturium untuk diperiksa


b.  Pemeriksaan Sampel
1)    Mengaseptiskan tangan, meja, dan alat kerja.
2) Mengambil suspensi sebanyak 1 ml dan 0,1 ml masing-masing masukkan ke dalam cawan petri steril dan beri label.
3)    Menuangkan media PCA sebanyak ± 15 ml atau 1/3 tinggi cawan.
4) Menghomogenkan membentuk angka 0 atau 8, tunggu sampai padat/membeku, bungkus dengan kertas pembungkus.
5)     Menginkubasi dengan suhu 37ºC selama 2 x 24 jam.

Rumus :
Jml koloni/cm2 = [ (koloni sampel/1 ml) + (koloni sampel/0,1 ml) ]
                                          2 x 5 (Luas diusap/luas alat)

F.    Tahap Pelaksanaan
1.     Tahap Persiapan
a.     Mempersiapkan sanitizer
Mempersiapkan sanitizer untuk rekomendasikan yang diambil dari brosur lima desinfektan untuk dicatat.
b.     Mempersiapkan Alat dan Bahan Pemeriksaan
Mempersiapkan peti untuk PCA masing-masing alat makan adalah 6, dengan asumsi pengalaman angka kuman di Warung Mie Ayam yang umumnya 1 juta per cm2.
c.      Mempersiapkan jadwal kegiatan

2.     Tahap Pelaksanaan
a.  Mendaftar TPM yang bersedia dilakukan perbaiakan pencucian alat makan.
b.     Mencatat proses pencucian alat makan d TPM dan bahan sanitasi yang digunakan.
 Pengambilan angka kuman alat makan hasil pencucian dari TPM sendiri dengan desinfektan yang ada di TPM.
c.    Pengambilan angka kuman alat makan hasil pencucian yang cocok dengan brosur.
d.    Prosedur mencuci
1.    Scraping 1 menit
2.    Flusing 1 menit
3.    Washing 1 menit
4.    Rinsing 1 menit
5.    Sanitizing 1 menit
A.   1 sendok teh zat pencuci dan setengah gelas air
B.   1 sendok teh zat pencuci dan setengah gelas air
C.   1 sendok teh zat pencuci dan setengah gelas air
D.   1 sendok teh zat pencuci dan setengah gelas air
E.   1 sendok teh zat pencuci dan setengah gelas air
6.    Toweling (Tisu) 1 menit

e.    Menyampaikan hasil evaluasi dedinfektan yang paling baik dalam memperbaiki pencucian alat makan berdasarkan angka kuman pencucian alat makan.

3.     Tahap Evaluasi
a.     Evaluasi berbagai desinfektan pada berbagai alat makan.
Desinfektan Pencucian Mangkok           

Jenis Desinfektan

Angka Kuman

Kriteria
M
TM
A



B



C



D



E



            Saran : Memilih yang memenuhi syarat.

b.  Memberi rekomendasi desinfektan yang dapat digunakan untuk berbagai jenis alat makan.
c.   Membawa laporan hasil kelompok ke perusahaan, puskesmas, atau TPM

0 komentar:

Poskan Komentar

 
;